Peringati Hari Air, SDN Petemon 13 Kampanye Hemat Air Kepada Warga Sekitar Sekolah

Surabaya- Dengan berbekal selembar kertas berukuran A1,Claritha Angelina, siswa SDN Petemon 13, berusaha menyosialisasikan pengetahuan yangbaru saja dia dapatkan kepada warga sekitar sekolahnya, Sabtu (19/3). Claritha tidak sendirian. Dia dibantu teman-teman di kelompoknya. Kertas yang digunakan untuk sosialisasi itu bukanlah sembarang kertas, tetapi di dalam kertas itu terdapat gambar poster himbauan yang  dibuat siswa mengenai pentingnya menghemat air dan cara menghemat air dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye ini merupakan bagian dari pembinaan bersama Tunas Hijau dan Eco Mobile Coca-Cola dalam rangka Hari Air Sedunia.

Meski dengan terbata-bata, Aurel Vira Actresia, siswi kelas 5B, nampakmencoba menyampaikan cara menghemat air seperti yang sudah digambarkan kelompoknya pada selembar kertas A1.  Menurut penuturan Aurel, cara menghemat aircukup sederhana. “Yaitu dengan mematikan kran air jika bak air sudah penuh dan mencuci piring menggunakan baskom daripada menggunakan air mengalir dari kran. Yang terpenting jangan membuang sampah di sungai, karena bisa mencemari sungai,” ujar siswi penggiat lingkungan ini.

Dengan Door to Door atau menyampaikan ilmu dari satu pintu ke pintu rumah yang lainnya membuatsetiap siswa yang terlibat berebut mengambil peran sebagai penyampai kampanye kepada warga di sekitar sekolah. Tentunya, kebanyakan warga yang disasar pada penyuluhan ini adalah bapak-bapak dan ibu-ibu atau yang umurnya jauh melebihi para siswa ini. Tidak butuh waktu terlalu lama, suasana  pemukiman sekitar sekolah menjadi ramai oleh para siswa yang lalu-lalang mencoba menyampaikan pesan hemat air ke rumah-rumah warga bersama dua orang aktivis Tunas Hijau yang mendampingi mereka.

Aktivis Tunas Hijau dan Eco Mobile Coca-Cola Satuman, sebelum kampanye dimulai, memberiwawasan para siswa dengan bahan penyampaian siswa kepada warga sekitar. Pada pembekalan itu,Satuman menunjukkan salah satu penyebab pencemaran air dengan mengajak mereka untuk menuju ke sungai yang letaknya tidak jauh dari sekolah.

Satuman mengatakan, “Bila teman-teman melihat kondisi sungai ini, maka bisa disimpulkan bahwa sungai inipenuh sampah organik dan non organik.Ajakan kepada warga agar tidakmembuang sampah di sungai bisa dilakukan. Tentunya juga ajakan kepada diri kita masing-masing juga,” ujar Satuman. Ditambahkan Satuman bahwaselain sampah, faktor lain yang bisa mencemari sungai adalah limbah deterjen dari rumah tangga.

Ayu Fatmawati, siswi kelas 5B yang turut mengikuti kegiatan ini mengakusenang dan bangga bisa membagipengetahuan yang didapatkannya dengan orang lain. “Saya bangga karena ilmu yang saya dapatkan bisa saya bagi dengan orang lain. Saya juga menjadi lebih sadar untuk peduli kebersihan,” tutur siswa yang juga aktif di kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah ini. Selain mensosialisasikan penghematan air kepada warga sekitar sekolah, puluhan siswa ini kemudian diajak untuk mengumpulkan tanda tangan sebanyak mungkin dari setiap warga yang sudah dikunjungi. (ryan)