Ajak SDN Jambangan I Olah Sampah Organik Jadi Kompos

Pembinaan lingkungan hidup bersama Eco Mobile PJB di SDN Jambangan I Surabaya, Selasa (26/1)

Pembinaan lingkungan hidup bersama Eco Mobile PJB di SDN Jambangan I Surabaya, Selasa (26/1)

SURABAYA – Tunas Hijau Indonesia mengajak warga SDN Jambangan I Surabaya untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan menjadi kompos. Ajakan itu disampaikan melalui pembinaan lingkungan hidup bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling bantuan CSR PT Pembangkitan Jawa-Bali yang akrab dipanggil Eco Mobile PJB, Selasa (26/1), di sekolah mereka. 

“Cara mengolah sampah organik menjadi kompos sangat mudah. Bila ada lahan tanah yang cukup, bisa dengan membuat lubang dengan ukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 meter. Sampah organik selanjutnya bisa dimasukkan ke dalam lubang itu,” ujar Bambang Soerjodari, aktivis senior Tunas Hijau kepada sekitar 80 orang siswa dan kader lingkungan hidup sekolah ini.

Aktivis Senior Tunas Hijau Bambang Soerjodari menjelaskan cara mengolah sampah organik menjadi kompos

Aktivis Senior Tunas Hijau Bambang Soerjodari menjelaskan cara mengolah sampah organik menjadi kompos

Bisa juga dengan memanfaatkan lubang resapan biopori. Bila tidak ada tanah kosong, dijelaskan Bambang Soerjodari, bisa dengan keranjang pengomposan yang akrab dengan keranjang takakura. “Dengan takakura ini, kita bisa mengolah sampah organik bahkan di dalam rumah,” jelas Bambang Soerjodari.

Sementara itu, pengelolaan lingkungan hidu di SDN Jambangan I, menurut pengamatan Tunas Hijau Indonesia, mengalami peningkatan. “Setidaknya dalam penambahan kuantitas sarana/ prasarana. Kini sudah ada green house dan penampungan air hujan untuk kolam ikan lele. Warganya juga harus lebih peduli lingkungan hidupnya,” ujar Aktivis Tunas Hijau Arief Fermansyah sambil mengajak kader lingkungan hidup SDN Jambangan I untuk bergiat di green house baru mereka.Bottom of Form