Penghijauan dan Hidroponik SDN Wonokusumo I

SURABAYA – Tahap pembangunan gedung SDN Wonokusumo I sudah 90℅ dan mencapai finishing. Kondisi ini tidak menjadi kendala bagi tim lingkungan hidup untuk menjalankan program lingkungan hidup mereka. Setiap harinya mereka menjalankan program lingkungan yang telah dirancang untuk menghijaukan sekolahan mereka. 

Siswa SDN Wonokusumo I diajak memadatkan sampah organik untuk mengefektifkan proses pembusukan di dalam tong aerob

Siswa SDN Wonokusumo I diajak memadatkan sampah organik untuk mengefektifkan proses pembusukan di dalam tong aerob

Menyiram tanaman sebelum masuk sekolah salah satunya. Penyiraman tersebut bertujuan untuk melestarikan keanekaragaman hayati yang ada. Selain itu perawatan tanaman gantung di depan kelas-kelas.

“Setiap hari kami (para guru) bersama para kader menyiram tanaman yang ada di belakang gedung sekolah. Perawatan tanaman gantung juga kami realisasikan,” ujar Aerfan Ismail, guru pembimbing lingkungan SDN Wonokusumo I, Rabu (13/1).

Aerfan juga memprogramkan untuk pembuatan kolam, green house dan kantin sehat. “Saya sudah mengusulkan untuk pembuatan kolam, green house dan kantin sehat kepada pihak pembangunan sekolah kami ini,” tambahnya kepada Tunas Hijau saat pembinaan lingkungan bersama Eco Mobile PJB.

Siswa SDN Wonokusumo I diajak mengefektifkan hidroponik di belakang sekolah

Siswa SDN Wonokusumo I diajak mengefektifkan hidroponik di belakang sekolah

Saat pembinaan, Tunas Hijau juga mengajarkan cara perawatan hidroponik yang mudah dan benar. Bibit kangkung salah satu bibit yang mudah dirawat dan tidak membutuhkan perawatan yang ekstra. “Bibit ini hanya membutuhkan sinar matahari yang cukup. Penyiraman hanya pagi dan sore hari saja,” ucap Arief Fermansyah, aktivis Tunas Hijau kepada para kader. Arief juga mempraktekan cara pembuatan media hingga memberi benih yang siap tanam. “Tunggu sampai 2-3 bulan, bibit ini akan siap panen,” tambah pria yang hobi touring tersebut.

Selain itu, Arief juga mengajarkan cara pengomposan dengan media tong komposter aerob. “Kak, ini kok berbau busuk ya?” ucap Andik, selaku ketua LH SDN Wonokusumo V. Saat dicek oleh Arief, ternyata tong komposter aerob berisi sampah plastik dan sampah sisa sayuran. “Usahakan dalam tong ini hanya diisi dengan sampah daun, jangan sampah yang lain. Agar tidak mengeluarkan bau tak sedap. Dan jangan lupa ditutup tongnya” tambahnya. (arief fermansyah/ro)

50 orang siswa SDN Wonokusumo I mengikuti pembinaan lingkungan hidup Tunas Hijau bersama Eco Mobile PJB

50 orang siswa SDN Wonokusumo I mengikuti pembinaan lingkungan hidup Tunas Hijau bersama Eco Mobile PJB