SOP 15 Pokja Lingkungan Hidup SMAN 14 Dibuat Perwakilan Siswa

Simulasi SOP Kelompok Kerja Pengomposan Rotary SMAN 14 Surabaya

Simulasi SOP Kelompok Kerja Pengomposan Rotary SMAN 14 Surabaya

SURABAYA – Ada 15 kelompok kerja lingkungan hidup di SMAN 14 Surabaya yang dibuat prosedurnya pada Workshop Lingkungan Hidup yang diselenggarakan SMAN 14 Surabaya bersama Tunas Hijau Indonesia dan Eco Mobile PJB, Selasa (12/1). Kelompok kerja itu adalah takakura, tong aerob, rotary, rumah jamur, green house, pembibitan ikan, tabulampot, rumah kompos, bank sampah, biopori, hidroponik, kantin, toga, pemilahan sampah kertas dan pembibitan tanaman. 

Salah satunya ialah pokja lubang resapan biopori. Pokja ini merencanakan untuk pembuatan 50 lubang resapan biopori baru di beberapa sudut sekolah yang biasanya menjadi genangan air. “Kami berencana akan membuat 50 lubang resapan biopori baru, agar tidak ada lagi genangan air hujan yang terbuang sia-sia di sekolah kami,” ucap salah satu kader lingkungan hidup anggota kelompok kerja ini. Pokja ini juga akan mengajak setiap kelas untuk mensukseskan program mereka.

Kelompok kerja Tabulampot sedang simulasi SOP yang mereka buat

Kelompok kerja Tabulampot sedang simulasi SOP yang mereka buat

Sekolah ini juga mempunyai pengomposan dengan menggunakan alat rotary sebagai salah satu media pengomposan sampah organik. Alat rotary ialah media untuk pengaturan jumlah masukan oksigen dan menjaga kelembaban, PH dan temperatur agar aneka bakteri dapat berkerja secara efektif dan efisien mengurai sampah organik.

“Alat harus benar-benar kalian rawat kalau tidak, sampah organik didalam tidak dapat dipanen secara cepat,” ujar Aulia Majid Udia Huda, aktivis senior Tunas Hijau kepada pokja pengomposan rotary saat simulasi.

Selain itu, Pokja Tabulampot (tanaman buah dalam pot) pun juga merencanakan untuk menjadi SMAN 14 menjadi kebun buah yang beragam. Rencananya tanaman produktif akan ditanam dibeberapa sudut sekolah dengan menggunakan pot polybag. “Saya bersama Pokja Tabulampot akan merencanakan untuk pembuatan kebun buah dengan media pot polybag dan akan ada berbagai macam tanaman produktif yang akan ditanam,” ucap salah satu kader lingkungan hidup.

Di sekolah ini juga terdapat tanaman buah naga yang siap panen. Sayangnya, hasil dari tanaman ini tidak diolah atau dikembangkan. “Tanaman ini hanya dirawat saja dan diambil buahnya, tapi tidak diolah menjadi produk. Seandainya diolah dapat modal untuk kegiatan lingkungan yang lain,” ucap pesuruh sekolah. Ada sekitar 10 tanaman buah naga dan hanya 3 tanaman yang siap panen.

Simulasi Kelompok Kerja Rumah Jamur SMAN 14 Surabaya

Simulasi Kelompok Kerja Rumah Jamur SMAN 14 Surabaya

Mekanisme/prosedur pengoperasian masing-masing kelompok kerja sehari-hari juga dibuat pada workshop ini. “Sebelum mengisikan sampah organik ke dalam komposter rotary, petugas (anggota kelompok kerja) mengukur volume atau massa sampah organik yang akan diolah,” ucap Margareta, anggota kelompok kerja komposter Rotary. (arief fermansyah/ro)