Pangput Ngebor Biopori Bareng Pada Baksos Paskibra SMPN 19

SURABAYA – Setelah usainya Penganugerahan Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2015, para finalis atau paguyuban pangeran dan puteri lingkungan hidup 2015 tidak berhenti melakukan aksi nyata peduli lingkungan. 

Tunas Hijau dan paguyuban pangeran puteri lingkungan hidup 2015 bersama Eco Mobile PJB memberikan edukasi lingkungan hidup kepada anak-anak panti asuhan peserta Bakti Sosial Paskibra SMPN 19 Surabaya

Tunas Hijau dan paguyuban pangeran puteri lingkungan hidup 2015 bersama Eco Mobile PJB memberikan edukasi lingkungan hidup kepada anak-anak panti asuhan peserta Bakti Sosial Paskibra SMPN 19 Surabaya

Setelah ngebor bareng di jalur hijau Jalan Dr. Ir. H. Soekarno pekan sebelumnya, kali ini, Sabtu (4/7), paguyuban juga ikut andil dalam bakti sosial yang diadakan oleh Paskibra dan OSIS SMPN 19 Surabaya bersama mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB. Bakti sosial ini berbeda biasanya karena mereka juga menyisipkan materi peduli lingkungan.

“Kami sengaja menyisipkan isu lingkungan hidup dalam baksos ini. Selain itu kami juga mengundang paguyuban pangeran dan puteri lingkungan hiduo untuk memandu peserta untuk melakukan aksi ngebor lubang resapan biopori bersama,” ujar Aulia Majid Udia Huda, pelatih Paskibra SMPN 19 Surabaya dan juga aktivis senior Tunas Hijau.

Nurrayhan Haidar, runner up III pangeran lingkungan hidup 2015, mengatakan bahwa dirinya merasa bosan di rumah tidak ada kegiatan selama liburan. Dia juga ingin melestarikan lingkungan namun tak ada wadah untuk menampungnya. Oleh karena itu, keinginannya untuk terus melakukan aksi lingkungan terus berlanjut dan tak hanya sampai penganugerahan saja.

Ketika baru datang, Nurrayhan langsung bergerak membantu pantia yang sibuk mengumpulkan sampah organik. Tanpa malu, ia langsung terjun mengambil sampah kulit buah. Ketika ditanya apa dia tak malu, dia langsung menjawab dengan cueknya. “Ini sudah jadi keseharian saya kok. Ngapain malu? Ya mereka yang nggak mau peduli lingkungan yang malu-maluin, haha,” tawa Nurrayhan, siswa SDN Kaliasin I.

Acara ngebor biopori semakin heboh. Pasalnya, keenam anggota paguyuban pangeran dan puteri lingkungan hidup 2015 menjelaskan cara membuat biopori dengan fasih. Hebatnya lagi, 1 orang finalis memandu 4 peserta baksos. Bahkan, Naswya, anggota paguyuban dari SDN Kaliasin I langsung memandu panitia yang belum tahu cara membuat lubang resapan biopori.

Terlihat para peserta geleng-geleng melihat para finalis yang masih siswa SD dan mampu menjelaskan hal seperti ini. “Wiiik anak sekecil ini bisa menjelaskan dengan fasih kepada kami yang lebih tua. Pantas kalau mereka menerima predikat sebagai finalis pangeran dan puteri lingkungan hidup 20015,” ujar Aldo, salah satu anggota Paskibra SMPN 19 Surabaya. (fat/ro)