SMP Mujahiddin Awali Gerakan Ngebor Lubang Resapan Untuk Peringati Hari Air Sedunia

SURABAYA – Jalan Raya Perak mendadak dipadati dengan puluhan siswa SMP, SMA bahkan TK Mujahiddin Selasa pagi (24/03). Pemandangan yang tidak biasa tersebut merupakan aksi keluarga besar yayasan masjid Mujahiddin memperingati hari air sedunia dengan menggelar aksi ngebor lubang resapan biopori. Gerakan penambahan daerah resapan air di ujung Surabaya tersebut diprakarsai oleh kader lingkungan SMP bersama dengan mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB.

Kader lingkungan SMP Mujahiddin melakukan grebek pasar mengumpulkan sampah organik untuk diisikan ke dalam lubang resapan biopori yang sedang dibuat di area sekolah saat peringatan hari air sedunia bersama Eco Mobile PJB

Kader lingkungan SMP Mujahiddin melakukan grebek pasar mengumpulkan sampah organik untuk diisikan ke dalam lubang resapan biopori yang sedang dibuat di area sekolah saat peringatan hari air sedunia bersama Eco Mobile PJB

Informasi tersebut didapatkan Tunas Hijau saat mengelola kegiatan ngebor lubang resapan yang diselenggarakan bekerja sama dengan PT Pelindo III cabang Perak. Dengan memasang target pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 150 lubang resapan. Proses pembuatan lubang resapan bioporinyapun dilakukan dalam beberapa tahapan. Menurut Anaz Fauzi, kepala SMP Mujahiddin, gerakan pembuatan lubang resapan biopori ini akan dilakukan di dua tempat yakni di area bagian dalam sekolah dan di jalur hijau Jalan Perak.

“Kami memasang target awal adalah 150 lubang resapan biopori yang akan bertahap kami realisasikan dalam 4 hari yakni mulai hari ini sampai Jumat. Ada kemungkinan jumlah ini bertambah setiap harinya, karena anak-anak sudah saya kondisikan untuk membuat lubang resapan bioporinya setiap hari hingga Jumat,” ujar Anaz Fauzi. Di awal pembuatan lubang resapan biopori, kader lingkungan harus menjebol beberapa paving yang ada di depan masijid sekolah mereka untuk dibuat lubang bioporinya.

Kepala SMP Mujahiddin memimpin langsung pembuatan lubang resapan biopori di Jalur Hijau Jalan Perak di depan sekolahnya dalam rangkak peringatan hari air sedunia bersama Eco Mobile PJB

Kepala SMP Mujahiddin memimpin langsung pembuatan lubang resapan biopori di Jalur Hijau Jalan Perak di depan sekolahnya dalam rangkak peringatan hari air sedunia bersama Eco Mobile PJB

Berbekal linggis, mereka mulai memberi titik-titik pada paving yang akan dibongkar dan dibuat lubang resapannya. Dilain sisi, sebagai isian dari lubang resapan biopori yang sudah dibuat, mereka menggelar aksi grebek pasar di belakang sekolah. Sebanyak lebih dari 12 kg sampah organik berhasil dimasukkan ke dalam lubang resapan biopori di dalam sekolah. “Kalau biopori yang ada di jalur hijau, kami bisa mendeteksi jumlahnya, tetapi kalau di sekolah, kami masih akan melanjutkannya lagi keesokan hari,” ujar Anas Fauzi.

Sementara itu, dalam peringatan hari air sedunia yang jatuh pada 22 Maret lalu, keterlibatan anak-anak balita TK Mujahiddin dalam kegiatan tersebut mampu menarik perhatian  pengguna lalu lintas yang melewati jalan Jalan Raya Perak. Apalagi, saat melihat mereka membawa balon dengan pesan-pesan lingkungan yang ditempel. “Anak-anak TK ini ikut berpartisipasi dalam peringatan hari air sedunia dengan cara melepaskan puluhan balon udara yang ada pesan lingkungan tersebut ke udara, harapannya agar pesan lingkungan yang mereka tulis dibaca oleh orang lain,” ujar Cicik Mursyidah.

Jalur Hijau Jalan Perak menjadi titik awal dimulainya gerakan pembuatan lubang resapan biopori, karena jalur hijau tersebut mampu menampung ratusan lubang resapan biopori. Menurut Cicik Mursyidah, guru penanggung jawab kegiatan ini, mengatakan misinya bersama anak-anak kader lingkungan adalah menambah jumlah resapan air di daerah Perak, jalur hijau dan sekolahnya. “Kami ingin agar saat hujan daerah di depan sekolah tidak banjir, bisa meresapkan air hujan ke dalam tanah, kalau tidak ya sekolah kami juga kebanjiran,” ujar Cicik.

Tidak hanya melibatkan warga sekolah, dalam pembuatan lubang resapan biopori di jalur hijau ini sekolah juga menggandeng warga sekitar untuk berpartisipasi bersama. “Selama 3 hari kedepan, kami akan mengajak warga sekitar untuk membuat lubang resapan bersama kami di jalur hijau. Selain itu, untuk mengisi lubang resapan bioporinya, kami juga akan melakukan grebek pasar setiap hari sampai Jumat,” ujar Cicik Mursyidah. Sebanyak 50 lubang resapan biopori berhasil dibuat oleh warga sekolah di jalur hijau Perak. (ryn)