Lapisan Ozon Kunjungi SMPN 22

Surabaya- Tidak banyak siswa yang mengetahui bahwa Gusti Muhammad Hatta adalah Menteri Lingkungan Hidup Indonesia sekarang. Hal itu terungkap saat pegiat Tunas Hijau Satuman memberikan tebak-tebakan melalui media sebuah gambar tokoh di Indonesia. Beberapa tokoh seperti Mr. Bean dan Briptu Norman dapat dikenali dengan mudah. Namun terdapat satu tokoh yang mereka tidak tahu, yaitu Gusti Muhammad Hatta.

Terkejut bukan main 80 siswa SMP Negeri 22 Surabaya yang mengikuti pembinaan lingkungan Tunas Hijau bersama Eco Mobile Coca-Cola di sekolahnya, Jumat (9/9). Tanpa basa-basi puluhan siswa itupun lantas tertawa tidak menyangka bahwa orang yang di foto tersebut adalah menteri lingkungan hidup Indonesia. “Saya kira itu adalah gambarnya Gus Dur. Eh ternyata Bapak Menteri Lingkungan Hidup Gusti  Muhammad Hatta,” celetuk Kartika Agoestin kepada Satuman.

Selain hanya sekedar permainan, melalui permainan tersebut Satuman mengajak mereka untuk bisa menyampaikan pesan atau informasi lingkungan menggunakan media komunikasi dan disampaikan secara cepat, tepat,  akurat dan unik. “Ya, pokoknya menyampaikan pesan ke orang lain itu harus jelas, jangan sampai membuat orang lain itu malah kebingungan,” ujar Satuman.

Lebih lanjut lagi, Satuman mengajak puluhan siswa kelas 7G dan 7H untuk memperingati Hari Ozon Sedunia yang diperingati setiap 16 September. Caranya, dengan menyebarkan informasi yang mereka dapatkan mengenai ozon kepada siswa yang lainnya di sekolah mereka. Dengan memanfaatkan audio visual TV LCD Mobil Edukasi Lingkungan ini, Satuman memutarkan sebuah film yang berjudul Ozzy Ozone yang menceritakan penyebab dan pengaruh ozon yang berlubang.

Dapat disimpulkan bahwa ozon ditemukan berlubang sejak sekitar 20 tahun lalu akibat aktivitas manusia yang menggunakan produk-produk yang mengandung gas CFC (Cloro Fluoro Carbon). “Kulkas, AC atau penyejuk ruangan, hair spray, alat pemadam kebakaran dan parfum spray adalah barang-barang yang berpotensi mengandung CFC. Parahnya, dari hal kecil itu dampaknya adalah sinar UV bisa menembus lapisan atmosfer dan menghanguskan kulit kalian jika ozon terus berlubang,” kutip Satuman dari film Ozzy Ozone.

Pada pembinaan ini, panggung boneka menjadi ajang percobaan mental dan penguasaan isu ozon yang telah mereka pelajari. Dengan persiapan seadanya, puluhan siswa yang sudah dibagi kelompok ini maju secara bergantian. “Hai, kamu, Bimo, tahukah kamu bahwa ozon yang berlubang bisa membuat sinar UV (Ultraviolet) B membakar kulit kita. Makanya, kalian pasti nggak mau kulit kalian nanti gosong gara-gara ozon,” ujar Cahyaning Tyas, siswa kelas 7H sambil memainkan bonekanya. Percakapan boneka-boneka tersebut membuat siswa lainnya spontan tertawa.

Selanjutnya sebagai tindak lanjut, puluhan siswa yang mengikuti pembinaan lingkungan di halaman sekolah yang berlokasi di dekat Masjid Agung Surabaya berencana membuat mading lingkungan yang berisi informasi lingkungan seputar fakta-fakta yang terbaru sekarang ini. “Kami kepingin teman-teman kami juga tahu informasi lingkungan yang sekarang hangat diperbincangkan. Kami juga ingin agar seluruh warga sekolah melek terhadap permasalahan lingkungan,” tungkas Cahyaning Tyas yang juga siswa kader lingkungan. (ryan)