Arsip Kategori: Surabaya Eco School

SMPN 4 Gencarkan Buat Lubang Resapan Dan Siapkan Taman TOGA

SURABAYA – Sebagian besar warga kota Perth Australia menampung air hujan untuk kebutuhan air minum mereka. Air hujan yang turun secara langsung tanpa perantara pipa tersebut ditampung dengan menggunakan tandon air berkapasitas 1500 liter. Kondisi tersebut menunjukkan kurangnya air bersih dan upaya warga Perth untuk menghemat penggunaan air bersih. Continue reading →

Sisa Makanan Catering Dioptimalkan Kader SMPN 3 Diolah Jadi Kompos

SURABAYA – Kebijakan sekolah penyediaan makanan dengan menggunakan jasa cateringbisa mengurangi volume bungkus makanan mulai dari plastik, kertas minyak sampai kantong plastik. Fakta tersebut disampaikan oleh Shavira Devabyola, ketua kader lingkungan SMPN 3 saat melakukan pemaparan perkembangan program lingkungan yang ada di sekolahnya saat pembinaan Surabaya Eco School 2014. Continue reading →

SMPN 30 Tertantang Buat 35 Lubang Resapan Dalam Seminggu

SURABAYA – Lebih dari 20 lubang resapan biopori milik SMPN 30 sudah tertimbun oleh tanah. Hal tersebut dikarenakan adanya aktivitas pembangunan dan sisa-sisa material bangunan yang menimbun lubang resapan tersebut. Namun, beberapa lubang resapan berhasil diselamatkan dan dirawat sampai sekarang. Continue reading →

Optimalkan Bank Sampah, SMA Adhikawacana Jawab Tantangan Pemilahan Sampah Kertas

SURABAYA – Bank Sampah menjadi capaian terbaru yang sudah dilakukan oleh SMA Adhikawacana untuk menghadapi Surabaya Eco School 2014. Termasuk dalam kategori sekolah baru, SMA Adhikawacana gencar mengajak kader lingkungannya untuk menerapkan program-program pembiasaan seperti mengumpulkan botol plastik ke bank sampah, bersih-bersih halaman sekolah untuk siswa yang terlambat dan melanggar peraturan serta melakukan pengomposan. Continue reading →

SDIT Darul Arqom Panen Kompos Biopori Yang Berasal Dari Kotoran Sapi

SURABAYA – Lebih dari 25 lubang resapan biopori milik SDIT Darul Arqom belum pernah dipanen sampah organiknya. Uniknya lagi, sebagian besar isi lubang resapan biopori tersebut bukan sampah organik, melainkan kotoran sapi. Pagi itu, Jumat (12/09) Tunas Hijau yang menggelar pembinaan Surabaya Eco School 2014 bersama dengan mobil edukasi lingkungan hidup keliling di sekolahnya mengajak kader lingkungan untuk membuka lubang resapan biopori. Alasannya, sudah lebih dari 2 bulan, lubang resapan biopori tersebut tidak dipanen komposnya. Continue reading →

Promosikan Eco Mobile PJB Pada Awarding Surabaya Eco School 2013

Tunas Hijau mempromosikan rencana pengoperasian mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB mulai awal 2014

Tunas Hijau mempromosikan rencana pengoperasian mobil edukasi lingkungan hidup keliling Eco Mobile PJB mulai awal 2014

SURABAYA – Tunas Hijau memanfaatkan momen Awarding Surabaya Eco School 2013, Sabtu (14/12), yang diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Surabaya dan PT Pembangkitan Jawa-Bali untuk mempromosikan rencana pengoperasian mobil edukasi lingkungan hidup keliling (Eco Mobile PJB).  Continue reading →

SMP Muhammadiyah 2 Mulai Wujudkan Sekolah Ramah Lingkungan

Surabaya- Melalui program Surabaya Eco School ini muncul harapan besar untuk membuat perubahan kondisi sekolah yang lebih ramah lingkungan. Wakasek Kesiswaan SMP Muhammadiyah 2 Jamaludin berkata, “Walau kami memiliki keterbatasan lahan seperti ini, kami tetap ingin mewujudkan sekolah yang bisa mengajarkan kepada anak pentingnya menjaga lingkungan hidup.”  Lanjut membaca